NOSANEWS.COM – Plt Direktur Perusahaan Air Minum Daerah (Perumda) Tirta Bukit Kaba Atau yang lebih kerap disebut Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pranoto Majid, menyampaikan, terkait dengan iuran dan tunggakan yang fantasi pada PDAM, sedang ditindaklanjuti oleh pihaknya.
Di mana saat ini pihaknya bahkan telah membentuk tim, serta sedang melakukan pemetaan terkait dengan tunggakan tersebut.
Pasalnya tunggakan Rp. 17 Miliar sendiri adalah tunggakan untuk puluhan tahun, atau dengan kata lain sejak PDAM berdiri.
Sehingga harus dilihat terlebih dahulu setiap kasus dari tunggakan yang terjadi, selanjutnya baru akan mengambil sikap.
“Untuk kasus tunggakan ini berbagai macam kasus, ada yang pelanggan sudah meninggal, ada yang pindah, sehingga harus dipetakan. Ditambah tunggakan ini sudah puluhan tahun,” sampainya.
Dikatakannya, usai tim mendapat hasil dari pemetaan, akan dilihat mana tunggakan yang dapat diselesaikan mana yang tidak.
Di mana untuk tunggakan yang tidak dapat diselesaikan, karena berbagai faktor yang tidak memungkinkan, misalnya meninggal dunia.
Maka akan dilakukan penghapusan tunggakan, namun untuk yang pelanggan yang bisa diselesaikan atau pada tahun baru – baru ini.
Pihaknya akan tetap memaksimalkan untuk melakukan penagihan, untuk mengurangi tunggakan masing – masing pelanggan.
“Semua langkah sedang kita jalankan, harapannya secara bertahap tunggakan bisa ditekan, dan iuran yang baru saat ini berjalan lancar, dan tidak menambah tunggakan baru,” jelasnya.
Serta terkait dengan dugaan oknum yang nakal, tidak bisa dipungkiri adanya, namun angka ini tidak begitu banyak, dan sudah ditindaklanjuti secara tegas.
“Ada juga kasusnya, namun tidak banyak tidak sampai jutaan dan sudah ditindak tegas,” ujarnya.
Dengan itu maka pihaknya mengimbau pada pelanggan setia PDAM Curup, untuk melakukan pembayaran pada plat pom yang resmi.
Saat ini sudah banyak yang bekerja sama dengan PDAM Curup, mulai dari Indomaret, Alfamart, Tokopedia, Dompet Digital DANA, dan juga uang lainnya.
“Atau silakan membayar pada loket resmi, yang sudah bekerjasama, dan pastikan ada mendapatkan struk pembayaran, untuk menghindari hal – hal yang tidak dinginkan,” jelasnya.
Dirinya menilai jika saat ini untuk pembayaran sudah sangat lebih mudah, pasalnya outlet resmi sudah berada dimana – mana di Rejang Lebong.
Serta tugas pihaknya bukan hanya pada tunggakan dan Iuran, namun ada yang juga masalah urgen, harus diselesaikan oleh pihaknya.
Dimulai dari Sumber air yang sudah mulai mengecil dan menyusut, jaringan yang sudah termakan usia, ditambah dengan perbaikan manajemen yang harus terus dilakukan untuk lebih baik.
“Ini juga masalah yang harus kita selesaikan, dan saat ini sedang dikerjakan, untuk mendapatkan solusi, dan tentu ini telah kita koordinasikan dengan pemangku kebijakan untuk penyelesaian lebih jauh,” pungkasnya.
Penulis: 23
Editor: Adm NOSANEWS
