
NOSANEWS.COM – Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup kembali menjalani kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama dengan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu.
Adapun kerjasama ditandai dengan penandatanganan antar kedua bela pihak yang dilakukan oleh pimpinan IAIN Curup yakni Rektor IAIN Curup Prof Dr H Idi Warsah MPd I, dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat, pada Gedung Auditorium Universitas Fatmawati Bengkulu.
Kerjasama sendiri adalah salah satu langkah strategis yang dilakukan pihak kampus IAIN Curup untuk meningkatkan pemahaman pada lini perbankan, terutama IAIN dalam mengelola Program Studi (Prodi ) yang dimiliki kampus IAIN Curup.
“Bekerjasama bersama dengan BI sendiri sudah menjadi agenda yang penting untuk IAIN Curup, dan menjadi agenda yang rutin dilakukan kampus IAIN Curup, terutama dalam mengembangkan pembelajar pemahaman generasi muda terhadap peran dan fungsi bank sentral,” sampai Rektor IAIN Curup, Prof. Dr. Idi Warsah, M.Pd.I.
Adapun langkah awal ini dilakukan dengan program pendidikan kebanksentralan yang dirangkaikan dalam kuliah umum Bank Indonesia. Di mana ada puluhan mahasiswa IAIN Curup yang mengikuti secara langsung.
Dikatakannya, jika kegiatan yang dilakukan tersebut dapat memperluas wawasan mahasiswa terkait dunia kebanksentralan. Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi dan Bank Indonesia dapat memberikan dan membekali mahasiswa dengan pemahaman ekonomi yang kontekstual dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Nantinya kerja sama ini akan terus meluas pada lini lainnya, yang dapat memberikan dapat yang lebih baik untuk IAIN Curup, mulai dari penelitian, lokasi magang mahasiswa dan lainnya,” jelasnya.
Adapun penandatanganan sendiri dihadiri
langsung oleh Rektor IAIN Curup, Prof. Dr. Idi Warsah, M.Pd.I, serta Wakil Rektor III Dr. Nelson, M.Pd.I, Kepala Bagian ULA Dr. Fasyiransyah, M.Pd.
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu dalam pernyataannya menyampaikan bahwa program pendidikan kebanksentralan ini merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda.
Dirinya juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu memahami serta menyampaikan kebijakan bank sentral kepada masyarakat secara luas.
“Sehingga mahasiswa – mahasiswi sudah sejak dini mendapat ilmu atau pemahaman terkait perbankan, sehingga dapat diimplementasikan pada kegiatan sehari – hari,” terangnya.
Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara institusi pendidikan dan Bank Indonesia dalam memperkuat literasi keuangan, khususnya terkait kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, serta peran strategis bank sentral dalam menjaga perekonomian nasional.
Diharapkan mahasiswa dapat memperoleh wawasan yang lebih komprehensif serta mampu memahami dinamika ekonomi secara lebih kritis dan aplikatif.
Dalam pemaparan kuliah umum secara mendalam ikut dibahas mengenai tantangan dan peluang kebijakan moneter di era digital, termasuk perkembangan sistem pembayaran dan inovasi teknologi finansial. Serta kegiatan tersebut juga diikuti secara antusias oleh seluruh peserta.(PsN)
Penulis: 23
Editor: Adm NOSANEWS